Tampilkan postingan dengan label Valentino Rossi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Valentino Rossi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 November 2009

Rossi Merasa Ucapannya Disalahartikan


Valenci - Valentino Rossi secara mengejutkan memberikan 'ultimatum' kepada Yamaha untuk memilih salah satu di antara dirinya atau Jorge Lorenzo. Rossi menganggap ucapan itu disalahartikan.
Diwartakan sebelumnya, Rossi dalam sebuah wawancara dengan BBC mengungkapkan bahwa ia belum pasti terus bersama Yamaha. Dan keputusan tim 'Garpu Tala' terhadap Lorenzo bisa memengaruhi pikirannya.

"Itu cuma persoalan interpretasi jurnalistik," elak Rossi mengenai ultimatum itu seperti dikatakannya kepada Gazzetta dello Sport yang dikutip Autosport.


"Ada banyak hal yang menanti kami tahun depan. Kami harus melihat ada di mana posisi kami nanti saat waktunya datang untuk menentukan," tukas juara dunia sembilan kali itu.

Dalam 'ultimatum' kepada Yamaha tersebut, Rossi sempat mengatakan bahwa bila tim tidak menginginkannya lagi, ia akan hijrah ke Ducati, tim yang kebetulan berasa dari negaranya, Italia.

"Itu wawancara yang lama, dan di satu titik saya ditanyai tentang alternatif yang ada. Jadi saya berkesimpulan, dan bilang bahwa Ducati itu salah satu opsi. Saya pikir itu pemikiran yang realistis," kata Rossi.

Rossi telah meneken perpanjangan kontrak bersama Yamaha hingga 2010, demikian juga batas akhir kontrak Lorenzo. Alhasil, muncul perdebatan tentang siapa yang akan lebih dipilih Yamaha.

"Tapi saya ulangi, saya merasa nyaman di Yamaha dan saya ingin lanjut bekerja bersama mereka. Apakah saya ingin terus memakai motor mereka? Iya. Bahkan saya mungkin masih terus selepas 2010. Kemungkinan terbesar bersama Yamaha," ujar dia.

Rossi mengaku takkan memengaruhi Yamaha tentang siapa yang bakal terpilih. Pembalap 30 tahun itu tak merasa terancam dengan seorang rekan setim yang menjadi pesaingnya seperti halnya Lorenzo.

"Saya tak punya pengaruh dalam memilih rekan setim. Jelas, pabrikan akan senang punya dua pembalap bagus. Itu bisa jadi positif untuk pembalap juga karena ada motivasi di dalam kompetisi," tandas Rossi.
Monggo di lanjut.....

Awal Menjanjikan Spies




Valencia - Hanya dalam waktu lima hari setelah menunggangi motor Yamaha, Ben Spies sudah berhasil duduk di posisi empat. Meski cuma di sesi latihan, masa depan rider 25 tahun itu di MotoGP bisa menjanjikan.

Dalam debutnya sebagai pembalap wildcard bersama Yamaha akhir pekan kemarin, Spies menyelesaikan balapan di posisi tujuh. Dengan statusnya sebagai juara dunia Superbike 2009, hasil tersebut dianggap cukup.

Beberapa waktu lalu Spies sempat menyebut kalau di tahun 2010 mendatang, merupakan musim pertamanya terjun penuh di MotoGP, dia bakal kesulitan mendekati podium. Namun dalam sesi latihan di Valencia malam tadi dia berhasil duduk sebagai pembalap tercepat keempat.

Meski hanya berstatus ujicoba, hasil dari tes tersebut dianggap cukup mewakili peta kekuatan MotoGP musim depan mengingat banyak tim menggunakan prototype motor 2010. Apalagi tes hari kedua tersebut sangat kompetitif mengingat diikuti oleh total 16 pembalap.

"Saya sungguh senang dengan hasil tes ini. Penampilan saya di balapan melewati apa yang saya harapkan sebelumnya, begitu juga dengan sesi ujicoba. Saya sama sekali tidak mengganti setting motor dan hanya berusaha dan cuma berusaha beradaptasi dengan gaya sendiri. Saya merasa saya sudah membuat banyak kemajuan," ungkap Spies di Crash.

Duduk di posisi empat sesi ujicoba merupakan sebuah peningkatan buat Spies. Di tes hari pertama, dia menyelesaikan tes dengan duduk di posisi enam.

"Saya sudah membuat langkah kecil tapi saya kini lebih dekat ke depan dibanding ke belakang, jadi itu merupakan pertanda bagus. Saya menikmati bekerja bersama orang-orang di Monster Yamaha Tech 3. Ini tahun yang berat tapi juga tahun yang hebat dan kini saya tak sabar menunggu musim dingin, berlatih keras dan bersiap menyambut Februari," pungkas dia.
Monggo di lanjut.....

Senin, 09 November 2009

Rossi-Lorenzo Puas YZR-M1 2010



Valencia - Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo harus mengakui keunggulan Casey Stoner di hari pertama ujicoba Valencia. Meski begitu, duo Yamaha itu mengaku puas dengan prototype YZR-M1 untuk 2010.

Lorenzo dan Rossi berturut duduk di posisi dua dan tiga hari pertama ujicoba Valencia. Sang juara dunia dan runner up musim 2009 itu harus mengakui keunggulan Stoner yang menjadi pembalap tercepat dengan keunggulan sangat tipis.

Meski gagal jadi yang tercepat, Lorenzo dan Rossi mengaku puas dengan hasil yang diraih. Prototype YZR-M1 untuk musim depan yang dipakai dalam sesi ujicoba tersebut menunjukkan indikasi memuaskan.

"Saya sungguh antusias bisa mencoba versi terbaru dari M1 hari ini dan saya punya banyak motivasi untuk kembali bekerja," ungkap Lorenzo yang hanya terpaut 0,025 detik atas Stoner seperti diberitakan Crash.

"Saat keluar dari tikungan, rasanya lebih baik dan kami juga punya grip yang bagus di belakang, jadi itu sebuah kemajuan besar buat saya. Kami masih harus memperbaiki soal akslerasi, tapi saya suka akan apa kami dapat saat ini dan saya yakin musim depan masih akan kompetitif seperti tahun ini," sambung pembalap berpaspor Spanyol itu.

Pernyataan serupa terlontar dari mulut The Doctor. Meski awalnya mengaku kesulitan, juara dunia tujuh kali di kelas MotoGP itu sudah merasakan kalau prototype motor baru lebih baik dibanding edisi sebelumnya.

"Butuh kerja keras untuk kembali menunggangi motor, tapi ini tes yang penting buat kami. Prototype baru sudah terasa lebih baik dibanding saat di Brno, jadi ini sesuatu yang positif," kata Rossi.

"Saya lebih cepat dibanding motor lama, jadi bisa langsung diketahui kalau kami bekerja di jalur yang tepat dan semoga saja kami masih bisa mengembangkan lagi besok," pungkas pembalap yang memakai helm baru dalam sesi ujicoba tersebut
Monggo di lanjut.....

Start Buruk Bikin Rossi Gagal Menang






Valencia - Setelah tampil buruk di dua hari sebelumnya, Valentino Rossi akhirnya sukses menggapai finis kedua di lomba MotoGP Valencia. Andai saja startnya bagus, Rossi merasa bisa menang.
Rossi menghabiskan hari Jumat dan Sabtu di seri Valencia dengan sibuk mengejar Casey Stoner, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Tapi berkat setelan pas di motor Yamahanya sebelum lomba, Rossi bisa merangsek.

"Saya senang dengan hasil ini karena kami kesulitan di saat latihan. Pagi ini di sesi pemanasan, kami menemukan setting yang pas untuk M1 kami dan balapan berlangsung bagus," demikian Rossi dikutip Autosport.

Rossi sebenarnya sempat berpikir bahwa ia bisa menang saat tahu Casey Stoner yang begitu perkasa di Sirkuit Ricardo Tormo tidak bisa start karena kecelakaan. Tapi start yang buruk membuat pembalap 30 tahun itu keteteran mengejar Dani Pedrosa yang akhirnya jadi juara.

"Saat saya melihat Stoner jatuh, saya pikir saya bisa menang. Tapi Dani tampil lebih baik dengan ban dinginnya," ujar Rossi.

"Sayangnya, saya kehilangan terlalu banyak waktu. Saya disalip oleh (Toni) Elias dan Jorge (Lorenzo). Menurut saya, andai saja kami startnya sama, saya bisa terus menempel Pedrosa karena sampai akhir, saya tetap cepat," kilah Rossi.

Hasil finis kedua di Valencia adalah pencapaian terbaik Rossi sejak menjadi juara di sana pada tahun 2004. Tahun 2005 dan tahun lalu, Rossi cuma finis ketiga. Lebih buruk lagi, tahun 2006 ia jatuh dan kehilangan gelar juara dunia ke tangan Nicky Hayden, sedangkan di tahun 2007 ia kecelakaan dan tangannya cedera.

"Saya sangat senang karena kali ini kami kompetitif di Valencia. Kami menutup musim dengan podium dan poin yang bagus, jadi saya berterima kasih kepada Yamaha untuk semua ini," tutupnya.
Monggo di lanjut.....

Lorenzo Salahkan Airbag






Valencia - Jorge Lorenzo sekali lagi dipecundangi oleh rekan setimnya, Valentino Rossi. Kali ini, Lorenzo menyalahkan airbag di baju balapnya untuk kegagalan jadi runner up di Valencia.
Lorenzo menyelesaikan lomba MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (8/11/2009), di posisi ketiga. Rossi finis satu posisi di depannya, sedangkan podium teratas jadi milik Dani Pedrosa.

Kekalahan Lorenzo dari Rossi terjadi akibat kesalahan pembalap Spanyol itu di akhir lap ketiga. Saat keluar dari sebuah tikungan, motor Yamaha Lorenzo oleng dan Rossi pun menyalipnya dan tak pernah dapat dikejar.

"Balapan tadi cukup menyulitkan karena saya tidak pernah merasa cocok dengan sirkuit ini," kata Lorenzo seusai balapan seperti dikutip Autosport.

"Saya membuat kesalahan di sebuah tikungan lambat, lalu airbag saya jadi terbuka. Saya jadi tak nyaman. Lalu Vale mengambil alih dan sulit menyusulnya. Saya bisa mendekati dia, tapi tak cukup untuk menyalipnya," urai Lorenzo.

Baju pembalap MotoGP memang dilengkapi airbag yang dipasang di bagian bawah leher. Kantong udara ini didesain untuk melindungi tulang selangka pembalap bila terjadi kecelakaan.

Walau gagal setidaknya jadi runner-up di lomba, Lorenzo tetap berhak jadi runner-up di klasemen akhir MotoGP. Pasalnya, satu-satunya rival Lorenzo yakni Casey Stoner gagal berlomba akibat kecelakaan di warm up lap.

"Semua orang menginginkan gelar juara dunia, tapi posisi kedua tetaplah hasil yang bagus buat saya," ujar pembalap 22 tahun itu puas.
Monggo di lanjut.....

Minggu, 05 Juli 2009

Menahan Diri, Rossi Puas di Posisi Dua



Laguna Seca - Valentino Rossi beberapa seri lalu pernah sukses jadi kampiun berkat manuver di tikungan terakhir. Kans serupa hadir di Laguna Seca kendati kali ini tak berhasil karena dia memang tidak ngotot-ngotot amat.

Dalam balapan di Catalunya 14 Juni 2009 lalu, Lorenzo "mencuri" podium satu dari Jorge Lorenzo yang dia lewati di saat-saat terakhir dalam balapan, tepatnya pada tikungan sebelum garis finis menghampar.

Hal serupa nyaris terjadi di Laguna Seca, Senin (6/7/2009) dinihari WIB. Menjelang garis akhir, Rossi yang ada di belakang Dani Pedrosa tiba-tiba sudah menempel ketat di buntut motor si pembalap Honda.

Jelas tak sedikit yang langsung tegang, baik pendukung Rossi, fans Pedrosa, ataupun penggemar MotoGP pada umumnya. Tapi manuver 'The Doctor' kali ini tak sukses karena dia memang tak mau membabi-buta melakukannya.

"Itu adalah tempat riskan dan aku tak cukup dekat dengan Dani untuk mencoba melewati," terang Rossi menjelaskan aksinya itu di BBC.

Untuk sampai titik itu, Rossi sendiri sebenarnya sudah berhasil tancap gas penuh mendekati Pedrosa untuk memangkas selisih antara keduanya. Pembalap Spanyol tersebut bahkan sempat terkaget-kaget karena Rossi tiba-tiba sudah ada di belakangnya.

"Aku turun dari bukit di lap terakhir seperti orang gila dan aku tiba di belakangnya tapi itu terlalu riskan, ada resiko menyentuh Dani atau malah melebar," papar Rossi melanjutkan.

Pada akhirnya, Rossi pun hanya bisa finis di belakang Pedrosa. Kecewakah dia? "Pada akhirnya posisi kedua dan 20 poin tetap penting," tandas si rider Yamaha diplomatis. Monggo di lanjut.....

Minggu, 28 Juni 2009

Agostini: Rossi Akan Patahkan Rekor Saya



AFP

Roma - Valentino Rossi meraih kemenangan ke-100-nya di MotoGP Belanda. Meski masih tertinggal 22 dari pemegang rekor kemenangan terbanyak, The Doctor diyakini bakal mematahkan rekor milik Giacomo Agostini tersebut.

Sabtu (27/6/2009) kemarin, Rossi mencatatkan sebuah prestasi fenomenal di Sirkuit Assen, Belanda. Finis di posisi terdepan, pembalap Fiat Yamaha itu mencatatkan kemenangan ke-100 sepanjang karir balap motor seri Grand Prix yang sudah dia mulai sejak 1996 di kelas 125 cc.

Rossi pun kini tercatat sebagai pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak kedua setelah Giacomo Agostini. Pembalap Italia yang berkarir dalam selang 1964-1977 itu total mengumpulkan 122 podium tertinggi.

Masih panjang jalan untuk Rossi untuk bisa menyamai rekor seniornya itu. Tapi menurut Agostini, bukan tak mungkin Rossi bakal bisa mematahkan catatan fenomenal miliknya itu.

"Itu jarak yang jauh, tapi tidak juga terlalu jauh. Orang seperti Rossi, dengan sedikit saja determinasi, bisa berada di sana. Itu tergantung berapa banyak kemenangan yang bisa dia menangkan," ungkap Agostini seperti diberitakan Reuters.

Dengan apa yang sudah diraihnya selama ini, Rossi jelas punya peluang untuk menyamai dan kemudian mematahkan rekor tersebut. Yang mungkin jadi penghalangnya kini mungkin adalah umur lantaran dia kini sudah berusia 30 tahun, sementara pembalap-pembalap muda yang setiap tahun masuk MotoGP terus menebar ancaman.

Tapi Rossi sendiri sudah mengindikasikan kalau karir membalapnya tak akan habis dalam waktu dekat. Dia menargetkan untuk tetap bisa bersaing di papan atas hingga empat tahun ke depan atau saat usianya mencapai 34.

"Anda masih bisa membalap di level atas hingga usia sekitar 34. Rute untuk meraih 23 kemenangan masih sangat panjang, tapi sedikit demi sedikit itu bisa menjadi kenyataan. Untuk bisa mematahkan rekor tersebut sangat memotivasi saya, dan saya tak akan berhenti membalap di tahun ini," sahut peraih delapan titel juara dunia itu.

Jika dirata-rata sejak memulai karir di kelas 125 cc, maka Rossi berhasil mengumpulkan 8,3 kemenangan di setiap musimnya. Jika dia mampu menepati target untuk bisa tetap tampil di level teratas hingga usia 34, maka rekor Agostini dipastikan akan bisa pecah.

Agostini sendiri merelakan kalau rekor jumlah kemenangannya dipatahkan Rossi. Sambil berseloroh dia berharap kalau Rossi tak akan bisa mematahkan rekor gelar juara dunia yang dia miliki, berjumlah 15.

"Setidaknya biarkan saya menjaga rekor itu. Memenangi banyak balapan sangat sulit di era manapun. Di masa saya bahkan lebih berbahaya. Setiap hari Minggu Anda kehilangan teman dan musuh," pungkas Agostini.
Monggo di lanjut.....

Jumat, 24 April 2009

Lewati Waktu Stoner, Rossi Tercepat


Reuters
Motegi - Valentino Rossi menjadi pembalap dengan catatan waktu terbaik dalam sesi latihan bebas pertama MotoGP seri kedua di Motegi, Jepang. Rossi mengungguli Casey Stoner yang sempat mencatat waktu tercepat.

Waktu terbaik itu ditorehkan Rossi menjelang berakhirnya sesi latihan pertama, Jumat (24/4/2009), tersebut. Pembalap Yamaha tersebut berhasil menajamkan catatan waktunya sendiri menjadi 1 menit 48,545 detik.

Stoner yang mendominasi seri pembuka lalu di Losail, dalam sesi ini langsung tancap gas dan bisa mengemas waktu 1 menit 48,601 detik. Tapi rider Ducati tersebut lantas kembali ke garasi sehingga bisa dimanfaatkan Rossi.

Rekan satu tim Rossi, Jorge Lorenzo, juga mencatat waktu memuaskan dengan menjadi pembalap ketiga tercepat. Dia berhasil membuat waktu di bawah kisaran 1 menit 49 detik.

Duo Rizla Suzuki juga menunjukkan kekompetitifan. Chris Vermeulen berhasil menempatkan diri jadi terbaik keempat sementara Loris Capirossi di tempat keenam. Mereka mengapit pembalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, yang ada di tempat kelima.

Tempat ketujuh dalam sesi ini kemudian diisi oleh Andrea Dovizioso dengan waktu 1 menit 50,030 detik. Catatan pembalap Honda itu lebih baik dari rider Hayate Marco Melandri yang ada di tempat ke-8.

Toni Elias dari Honda Gresini dan James Toseland (Yamaha Tech 3) lantas menggenapi sepuluh pembalap dengan catatan terbaik di sesi ini.

Sementara itu, Nicky Hayden yang baru musim ini membela Ducati cuma bisa menempati peringkat ke-12. Di depannya ada Dani Pedrosa dari tim Honda.

Hasil Free Practice I:
Posisi-Nomor-Pembalap-Negara-Tim-Motor-Waktu

1 46 Valentino ROSSI ITA Fiat Yamaha Team Yamaha 1'48.545
2 27 Casey STONER AUS Ducati Marlboro Team Ducati 1'48.601
3 99 Jorge LORENZO SPA Fiat Yamaha Team Yamaha 1'48.965
4 7 Chris VERMEULEN AUS Rizla Suzuki MotoGP Suzuki 1'49.382
5 5 Colin EDWARDS USA Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 1'49.697
6 65 Loris CAPIROSSI ITA Rizla Suzuki MotoGP Suzuki 1'49.980
7 4 Andrea DOVIZIOSO ITA Repsol Honda Team Honda 1'50.030
8 33 Marco MELANDRI ITA Hayate Racing Team Kawasaki 1'50.123
9 24 Toni ELIAS SPA San Carlo Honda Gresini Honda 1'50.209
10 52 James TOSELAND GBR Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 1'50.342
11 3 Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team Honda 1'50.391
12 69 Nicky HAYDEN USA Ducati Marlboro Team Ducati 1'50.393
13 72 Yuki TAKAHASHI JPN Scot Racing Team MotoGP Honda 1'50.404
14 59 Sete GIBERNAU SPA Grupo Francisco Hernando Ducati 1'50.538
15 15 Alex DE ANGELIS RSM San Carlo Honda Gresini Honda 1'50.601
16 14 Randy DE PUNIET FRA LCR Honda MotoGP Honda 1'50.669
17 36 Mika KALLIO FIN Pramac Racing Ducati 1'51.643
18 88 Niccolo CANEPA ITA Pramac Racing Ducati 1'51.929

sumber : detik.com
Monggo di lanjut.....

Stoner Bikin Motivasi Rossi Bertambah


Reuters
Tokyo - Valentino Rossi tetap bersemangat menambah gelar dalam karirnya. Pembalap Fiat Yamaha ini mengakui bahwa rivalitasnya dengan Casey Stoner yang membuatnya semakin termotivasi.

Sepanjang karir Rossi di kelas 500cc dan juga MotoGP, dia telah mengantongi enam kali menjadi juara dunia. Namun semangat pembalap Italia ini masih cukup kuat untuk menambah gelarnya ke depan.

Meski demikian, Rossi kini mendapat perlawanan ketat dari Casey Stoner yang merupakan juara dunia MotoGP 2007. Musim ini Stoner kembali tampil menjanjikan setelah berhasil mengalahkan Rossi di Losail.

Rossi pun mengakui meskipun Stoner adalah pembalap genarasi baru tapi pembalap tim Ducati ini cukup tangguh. Namun bagi pembalap berusia 30 tahun ini justru Stoner mengangkat motivasinya mengejar gelar.

"Stoner adalah generasi baru. Selalu sulit untuk dapat mempertahankan konsentrasi dan juga motivasi. Namun memiliki rival seperti Casey merupakan motivasi yang kuat," kata Rossi seperti dilansir Eurosport.

"Itu tampaknya seperti momen bagi Casey dan saya lagi yaitu pembalap dengan kecepatan terbaik. Dia selalu sulit dikalahkan namun ini merupakan gairah besar bagi saya, untuk mencoba motor hingga batas," tukas The Doctor.

Rossi pun sangat bergairah bersaing lagi dengan Stoner di Motegi akhir pekan ini. "Saya memiliki rasa yang sama seperti saat balapan pertama. Jika saya tidak dapat menikmatinya lagi, itu waktunya untuk berhenti," ungkap Rossi.

sumber : detik.com
Monggo di lanjut.....

Rossi Puas & Pede


Reuters
Motegi - Casey Stoner mendominasi seri pembuka. Itu mengapa saat bisa jadi yang tercepat di sesi latihan bebas pertama seri kedua di Motegi, Valentino Rossi pun jadi lebih percaya diri.

Stoner konsisten jadi yang tercepat pada seri pertama di Losail. Dalam balapan pun dia terus menguasai posisi terdepan sedari awal balapan tanpa bisa dikejar Rossi.

Di seri kedua saat ini, Rossi bisa mengawali dengan menjanjikan. Stoner yang di awal sesi free practice pertama sempat bikin waktu tercepat sudah bisa dilibasnya dengan torehan lebih tajam.

"Ini adalah start bagus karena kami ada di atas dan ini sangat penting," kata Rossi di Autosport.

Kian memuaskan buat sang juara bertahan karena waktu yang dia catatkan di sesi ini tidaklah dicapai dengan mudah. Pelbagai hambatan harus dia taklukkan.

"Kondisi hari ini sangat berat dan sulit mencapai batas maksimal dari motor dan ban, tapi sepertinya kami memiliki potensi bagus di sini jadi saya senang."

"Penting untuk ada di depan, meski baru hari Jumat, karena di Qatar kami ada di posisi kedua dalam tiap sesi dan terus terang saja, kami tak suka; jadi pastinya sekarang ini lebih baik," tukas Rossi puas.

sumber : detik.com Monggo di lanjut.....

Giliran Colin Edwards Memimpin


Colin Edwards (AFP)
Motogp - Pembalap Tech 3 Yamaha Colin Edwards memuncaki sesi latihan bebas tahap kedua MotoGP Jepang. Sementara itu, Valentino Rossi dan Casey Stoner berada di tempat kedua dan ketiga.

Dalam free practice II yang digelar Sabtu (25/4/2009) pagi WIB, Edwards mencatat waktu 2 menit 01,841 detik. Ironisnya, pencapaian Edwards ini tidak diikuti rekan satu timnya, James Toseland, yang finish di posisi juru kunci dengan catatan waktu 4,893 detik lebih lambat dibanding Edwards.

Sementara itu di tempat kedua adalah Rossi dan Stoner, dengan catatan waktu masing-masing lebih lambat 0,052 detik dan 0,656 detik dari Edwards. Dalam latihan bebas yang berlangsung di atas lintasan basah ini, Stoner sebenarnya sempat memimpin dengan catatan waktu 2 menit 02,497 detik. Namun lima menit menjelang akhir latihan, catatan waktu pembalap asal Australia ini bisa dilampaui oleh Edwards dan Rossi. Ada pun tempat keempat diisi oleh rekan satu tim Rossi, Jorge Lorenzo.

Nasib berbeda dialami duo pembalap Rizla Suzuki. Chris Vermeulen menempati posisi kelima dengan 2 menit 03,427 detik. Sementara itu Loris Capirossi yang di free practice I menduduki peringkat keenam, kali ini terpuruk di tangga ke-13 dengan torehan waktu 2 menit 04.651 detik.

Duo pembalap Repsol Honda mencatat hasil kurang memuaskan. Dani Pedrosa berada di tempat kesepuluh dengan waktu 2 menit 04,489 detik, sementara rekannya Andrea Doviziosso berada satu strip di bawahnya dengan mencatat 2 menit 04,536 detik.

Hasil Free Practice II MotoGP Jepang
Posisi-Nomor-Nama Pembalap-Negara-Tim-Motor-Waktu



1 5 Colin EDWARDS USA Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 2'01.841
2 46 Valentino ROSSI ITA Fiat Yamaha Team Yamaha 2'01.893
3 27 Casey STONER AUS Ducati Marlboro Team Ducati 2'02.497
4 99 Jorge LORENZO SPA Fiat Yamaha Team Yamaha 2'03.007
5 7 Chris VERMEULEN AUS Rizla Suzuki MotoGP Suzuki 2'03.427
6 69 Nicky HAYDEN USA Ducati Marlboro Team Ducati 2'03.723
7 15 Alex DE ANGELIS RSM San Carlo Honda Gresini Honda 2'04.136
8 59 Sete GIBERNAU SPA Grupo Francisco Hernando Ducati 2'04.454
9 14 Randy DE PUNIET FRA LCR Honda MotoGP Honda 2'04.469
10 3 Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team Honda 2'04.489
11 4 Andrea DOVIZIOSO ITA Repsol Honda Team Honda 2'04.536
12 72 Yuki TAKAHASHI JPN Scot Racing Team MotoGP Honda 2'04.619
13 65 Loris CAPIROSSI ITA Rizla Suzuki MotoGP Suzuki 2'04.651
14 36 Mika KALLIO FIN Pramac Racing Ducati 2'04.807
15 24 Toni ELIAS SPA San Carlo Honda Gresini Honda 2'04.994
16 88 Niccolo CANEPA ITA Pramac Racing Ducati 2'05.327
17 33 Marco MELANDRI ITA Hayate Racing Team Kawasaki 2'06.553
18 52 James TOSELAND GBR Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 2'06.734 ( nar / a2s )

sumber : detik.com
Monggo di lanjut.....

SIRCUIT MONTEGI JEPANG




Next Race di Motegi Jepang. Stoner diatas Ducati, satu2nya pabrikan Eropa, pasti akan digencet habis2an oleh para pembalap lain dan semua pabrikan Jepang yang akan berusaha maksimal dirumah sendiri. Tapi walaupun tidak punya long straight seperti di Qatar, karakter sirkuit ini termasuk sirkuit cepat dan lap record sirkuit ini 1′47.091 dipegang oleh Stoner tahun lalu walaupun racenya dimenangkan oleh Rossi. Teorinya, gak akan mudah menjepit Stoner dengan Ducatinya disini (Motegi) Monggo di lanjut.....

AWAL YANG BAGUS UNTUK YAMAHA



Losail - Yamaha menempatkan dua pembalapnya di podium pada MotoGP Qatar, meski masih harus mengakui keunggulan Ducati. Meski demikian, ini merupakan start yang bagus untuk mereka.

Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Losail, Selasa (14/4/2009) dini hari WIB, dua pembalap Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, menempati urutan dua dan tiga. Mereka kalah dari rider Ducati, Casey Stoner, yang tampil sebagai juara.

Stoner membuktikan bahwa dalam balapan tersebut motor yang dikendarainya lebih cepat dibandingkan motor-motor Yamaha. Sebagai bukti, pembalap asal Australia itu finish dengan unggul sekitar tujuh detik di depan Rossi.

Lorenzo sebelumnya juga sempat mengeluhkan hal ini. Ia menyebut bahwa Yamaha masih harus memperbaiki kecepatan tunggangannya. Rider asal Spanyol ini sendiri tertinggal 16 detik dari Stoner ketika finish.

Meski demikian, manajer tim, Davide Brivio, tetap puas dengan hasil yang diraih timnya di seri perdana ini. Ia menyebut hasil ini masih lebih baik dari tahun lalu di mana Lorenzo dan Rossi masing-masing finish di urutan dua dan lima.

“Kami tak menang, tapi kami bisa menyebut ini sebagai start yang bagus di awal musim. Ini juga jelas lebih baik dari tahun 2008,” ujarnya seperti dilansir Crash.

“Pertengahan balapan sangat bagus, kami berhasil mengekor Stoner. Tapi di tahap selanjutnya dia berada di kondisi yang lebih baik untuk menekan dan Valentino benar dengan mempertahankan posisi kedua.”
Monggo di lanjut.....

Kalender Moto GP 2009


TUNGGU ROSSI DI MONTEGI
Losail - Habis “diasapi” Casey Stoner di seri perdana musim 2009, Valentino Rossi mengakui ketangguhan sang rival di Losail. Tapi tunggu saja aksi Rossi di Motegi nanti!

Rossi lebih banyak menghabiskan balapan, Selasa (14/4/2009) dini hari WIB, dengan melihat punggung Stoner yang terus ada di depannya. Stoner pula yang kemudian melewati garis finish paling pertama, disusul oleh Rossi.

Faktanya, Stoner memang punya rekam jejak oke dan sulit dikalahkan saat berlaga di Losail. Ini juga tak lepas dari pengamatan Rossi.

“Stoner selalu sangat cepat di sini dan dia memenangi seri ini tiga tahun terakhir, jadi ini adalah lintasan di mana dia bisa memberikan yang maksimal,” aku Rossi kepada televisi Italia1 yang diwartakan Autosport.

Juara dunia 2008 tersebut tentu tak rela berlama-lama melihat Stoner ada di pucuk klasemen sementara pembalap. Rossi sudah ancang-ancang melayangkan bidikan ke seri berikutnya di Motegi, Jepang.

“Kami cepat, sudah cukup oke, kami bisa lebih baik, jadi saya akan bertemu kalian lagi dua pekan mendatang di Motegi. Tahun lalu saya sangat cepat di sana, jadi mari kita lihat apa saya bisa kembali mengulanginya tahun ini,” tutup Rossi.

Musim lalu Rossi menjadi jawara MotoGP Jepang, menggunguli Stoner yang hanya ada di posisi kedua.

Monggo di lanjut.....